Monday, August 10, 2015

Ini bukan kisah tentang sebuah perusahaan tapi ini kisah sebuah rajutan ukhuwah yang tak terduga manusia tapi sudah digariskan oleh Allah.

Kenal geulis sejak usia 20 tahun, tepat sebulan setelah bergelar ahli madya. Masih polos, suka ditipu, suka di-bully, suka dijadiin tempat pembuangan "curhatan", dan paling bungsu sehingga tak tau kenapa secara otomatis memposisikan diri sebagai bungsu dari akang-akang yang bawel, galak, pundungan dan galau. Saya percaya setiap peristiwa tak begitu saja turun dari langit dengan sia-sia tanpa arti. Dan kalian dihadirkan ke episode hidup saya dengan menggoreskan banyak arti.

Tak terasa 2 kali sudah bumi mengelilingi matahari, dan selama itu pula aku "belajar" darimu Geulis. Tak pernah membayangkan akan bekerja 8 jam sehari di dalam ruangan full of IKHWAN and be the only one AKHWAT. Never! Tak mengira Allah akan memberikan hadiah "pelajaran" hidup di tempat semenyenangkan ini! tempat saya belajar menikmati hidup. Kita mungkin paham bagaimana cara mengorbankan sekian tahun kita untuk mendapatkan gelar sarjana, bekerja keras untuk mendapatkan gaji setiap bulannya, membeli hape  turbo kesukaannya, mengredit gadget tercanggih lainnya akan tetapi terkadang kita lupa bagaimana mensyukurinya. Kita lupa merengkuh kebahagiaan di hari ini. Lupa berdamai dengan diri di hari ini. Terlalu fokus pada hal-hal belum pasti (masa depan) namun lupa bahwa dia hidup di masa sekarang, satu-satunya masa saat kita benar-benar hidup.

Rasanya seperti kemarin saya mengeluh lelahnya berkendara motor dari Bandung-Jatinangor, rasanya seperti kemarin berdebar jantung di hari-hari pertama masuk kantor, di lingkungan yang full ikhwan. rasanya seperti kemarin aku mengeluh karena sistem perusahaannya ternyata harus banyak dibenahi oleh fresh graduate yang belum banyak punya pengalaman sepertiku. Tapi nyatanya sudah 2 tahun. Dan keluhan, cerita, tawa, senyum itu telah jadi masa lalu. Yang ternyata sekarang menjadi tempat memutar rekaman lama untuk dijadikan pelajaran atau sekedar mengukir tawa.

Thanks for giving me an chance to grow up together, to learn together, to shine together. I learn so much lessons of life, here. Semoga kelak tempat ini bisa menjadi tempat lebih banyak orang belajar juga mencari nafkah serta tentunya mendekatkan diri mereka pada Tuhannya. May Allah bless  the owner and also the head of company.
Hidup ini lucu ya. Dulu tak pernah terbayang akan bertahan selama ini di tempat ini. Rencana-rencana hidup lain telah dirancang, tapi ah dasar manusia selalu saja lupa Tuhan selalu punya penghapus dan pulpen koreksi rencana-rencana hamba-Nya. So happy being part of you. World, please introduce my new "family", Geulis team! (Dari kiri: Teh Alfi (istri kang Edi), Kang Edi, Kang Deden, Kang Ardi, Kang Lukmawan, and me :))


To be continued.... InsyaAllah :)

Salam,

Senja Januari

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes