Friday, August 28, 2015

Terjajah

Terjajah berarti tidak memiliki hak penuh untuk mengendalikan dirinya sendiri karena adanya campur tangan orang lain dan atau karena bergantung pada orang lain. Dengan kata lain MENGHAMBA pada yang tidak berhak.

Jadi oleh siapa kita seharusnya "dijajah" ? Cek QS. Adz-Dzariyat : 56
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku"
 Dalam ayat tersebut dijelaskan makna BERIBADAH. Beribadah berarti : Berserah diri, mengabdi, taat, bergantung dan bersandar. Berserah diri berarti menyerahkan segala urusan kita pada Allah SWT. Mengabdi berarti mengarahkan segala potensi kita pada sesuatu yang kita abdi. Taat berarti ikhlas menjalankan segala yang diatur tanpa tapi. Bergantung berarti menggantungkan segenap jiwa raga pada sesuatu. Bersandar berarti menjadikan sesuatu itu tempat "kembali" tempat mengadu, karena percaya kekuatan tempat bersandarnya itu lebih kuat dari kekuatan dirinya.
Jadi jelaskan maksudnya? berarti yang harusnya "menjajah" kita adalah ALLAH :) atau dengan kata lain pribadi merdeka berarti MENGHAMBA pada yang berhak yaitu ALLAH. Karena justru manusia yang paling merdeka adalah manusia yang paling terjajah oleh Allah. Intinya jangan sampe penghambaan kita itu salah fokus. Bukankah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi apa-apa yang dilarangnya kita dituntun untuk menjadi manusia-manusia takwa oleh-Nya?

Jika kita sudah tau oleh siapa kita dijajah, maka tak akan ada lagi yang hancur hatinya. Ungkapan "Hancur hatiku" itu karena diri membangun sebuah harapan pada sesuatu yang rapuh. Jika harapan itu dibangun pada sesuatu yang qowiy (kuat), bukankah kita juga akan bertambah kokoh menghadapi masalah-masalah yang hadir silih berganti. Dan hanyalah Allah yang Maha kuat, Maha besar, Maha Bijaksana. Selain itu tak akan ada pula ungkapan kekecewaan yang hadir dari menempatkan sesuatu yang tidak seharusnya. Kecewa karena menaruh harapan pada manusia yang juga sama-sama fana. Ah, kamu. Mau-maunya terjajah oleh sesuatu yang tak seharusnya menjajahmu.

Mau terjajah oleh ego? harta? tahta? atau seseorang yang gak halal? Pilihan untuk mau terjajah dan tidak mau terjajah itu diputuskan oleh dirimu oleh hatimu. Remember, terjajah itu karena bersedia terjajah. Hati itu keputusan. Kamu bisa memutuskan untuk berhenti sakit hati, kamu bisa juga memutuskan berlama-lama sakit hati. Itu semua keputusan hatimu, mau terjajah atau merdeka.  Ingat motion create emotion, emotion create motion. Perasaaan mencipta gerakan, gerakan mencipta perasaan, Tenang dan berani perlu diupayakan.

Bagaimana agar kita merdeka?
  1. Pastikan selalu sadar (diri hamba Allah). Sadar bermakna memiliki kendali atas diri kita. Kalau mengarahkan harus sadar dulu.
  2. Pastikan selalu objektif. Objektif bermakna fokus pada APA bukan SIAPA.
  3. Pastikan selalu yakin. Yakin bermakna 100% yakin. Jika masih 99% yakin berarti masih ragu. Yakin itu sifatnya mandiri. Yakin itu maju ATAU mundur bukan maju mundur cantik!

Masih aja mau terjajah? Yuk putuskan. Yuk merdeka!
Surat penutup yang kece:  QS.Ath-Thalaq: 2-3.
 I hear and Obey. Sami'na Wa Atho'na
Allahu a'lam bis shawwab



-Sebuah tausiyah dari Febrianti Almeera dalam kajian The Great Muslimah (Dengan sedikit tambahan)
 20 Agustus 2015, Rabbani Hypnofashion Hall Dipatiukur Bandung 

Salam,

Senja Januari

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes