Tuesday, October 13, 2015

Dalam satu weekend ada 5 undangan pernikahan. Dari teman seangkatan, teman kantor, teman kuliah, teman SD. LENGKAP! Dan satu moment yang tak terlepas dari moment ini adalah menghadapi pertanyaan 
"Ka, kapan nyusul nikah?" 
atau komentar-komentar lain yang senada. Seperti ketika memposting foto sebagai pager ayu di akun bbm minggu lalu. 
"Teh, aku bosen ngeliat teteh jadi pager ayu, kapan dong ngejadiin aku pager ayu?".
Rasanya itu loooohhh menghujaaaam! atau sindiran seorang teteh yang basa-basi bercakap dengan temannya di sebelahku minggu lalu 
A: Hai teh apa kabar? sibuk apa aja sekarang? R: Baik, gak sibuk kok diem aja dirumah A: Daripada diem di rumah mending ngurus suami tehhhhh. Omaygaaattt

Fitrah kok orang-orang bertanya hal itu. Usia yang sudah wajar menikah, sudah bekerja walaupun studi belum selesai dan aspek-aspek lainnya. Walaupun bagi sebagian orang itu pertanyaan basa basi yaaa ada juga sih yang bertanya serius (tapi bisa keitung jari hihihihi). Hati-hati aja sih takutnya pertanyaan seperti itu menimbulkan dampak ke-baper-an yang kontinyu. Kalaulah bapernya disandarkan pada yang kekal (Allah) ya aman. Tapi kalau disandarkan pada yang rapuh (manusia)? ahhh sudahlaaah. Takutnya mengotori niat menikah. Yang tadinya ingin meraih ridho Allah tapi malah jadi ingin buru-buru dan mengabaikan apa-apa yang diingini Allah. Jadinya kan hawa nafsu yang berperan.

Tergesa-gesa itu datannya dari syaithan. Perlulah ada baiknya kita menginstropeksi diri mengevaluasi niat. Karena 'ingin' dan 'siap'  itu berbeda. Semua juga ingin menikah tapi hanya sebagian dari mereka yang siap. Siap? Siap tak harus loh berbicara mengenai kematangan usia. ianya diukur dari seberapa cukupkah persiapan yang telah disiapkan. Tidak harus berstandar pada wanita menikah usia 25 atau laki-laki menikah usia 28 misalnya. TIDAK. Tapi jika kita memang menargetkan menikah usia 20 ya berarti persiapan pernikahannya beberapa tahun sebelum itu kan? Persiapan fisik, jasmani, rohani, keuangan hingga keluarga. Tak ada yang salah dari menikah muda. asalkan sudah dipersiapkan. Tentunya bukan menikah atas dasar "dipanas-panasi" oleh pihak sana-sini.

Terkadang basa-basi memang tak mengapa tapi adakalanya juga harus melihat siapa yang kita tanya. Siapa tahu dia lama menahan rasa. Ingin segera menikah tapi belum dipertemukan jua. Jangan juga kata-kata kita sampai melukainya, mengubah niatnya dan mengotori hatinya. naudzubillah,

X: So, kapan nikah?
R: Daripada nanya kapan mending bawain calonnya ha ha ha InsyaAllah segera. doakan ya :')

Salam,

Senja Januari

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes