Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Thursday, January 04, 2018

Efek Fullmoon (Bulan Purnama) pada penyandang kanker dan Autoimun

Assalamualaikum wr wb... Pagi sahabat semua...
Selamat Tengah Bulan !
Selamat Purnama Guys!
Ya emang bakal berubah jadi serigala? wkwkwk



Banyak banget yang nanya:
"Emang ada hubungannya bulan purnama ke tubuh yang menyandang kanker dan autoimun?" 
Kok lebay banget deh ada yang ngeluh sakit kepala, nyeri badan, nyeri kaki, gak jelas sakitnya pas hari-hari bulan purnama. Ketika bulan terang-terangnya bulat-bulatnya lah kita yang menderita kanker dan autoimun merasakan hal aneh di badan yang gak bisa dijelaskan. Ini juga yang suka riska rasa-rasa ketiga tanggal 13,14,15 bulan hijriah alias tanggal-tanggal dimana bulan bulat-bulatnya.
Nah ini riska dapet informasi yang kece dari Komunitas Autoimun Indonesia yang juga di share di grup whatsapp Pita Tosca Indonesia 




Ini dia penjelasannya:


Pada saat bulan purnama, gravitasi bumi akan berubah seiring dengan besarnya gaya gravitasi bulan. Tubuh manusia terdiri atas beragam komponen di antaranya air dan mineral yang akan terpengaruh pergerakannya oleh kondisi perubahan gravitasi ini. Untuk mempertahankan kondisi dalam keseimbangan dinamis maka hormon dan bahan kimia otak akan melakukan beberapa penyesuaian. Semuanya diatur oleh kelenjar adrenal di atas ginjal.

Pada penyandang autoimun dan kanker, kerja kelenjar adrenal kurang optimal yang berakibat perubahan ini sering tidak terkompensasi baik. Mineral bergerak tidak sempurna. Sistem imun bekerja tidak seimbang, akibatnya yang memiliki infeksi menahun seringkali muncul pada waktu-waktu ini seperti jamur candida, cacing, helicobacter, atau yang terbanyak adalah EBV.


Gejala adrenal insufisiensi antara lain
~ sakit kepala
~ rasa melayang bahkan bisa vertigo
~ nyeri pinggang
~ nyeri lambung
~ nyeri kaki
~ kulit pucat bisa disertai menggigil
~ mual muntah dan bahkan bisa disertai diare
~ mengantuk dan atau lemas
~ tidak nafsu makan atau justru menjadi adiksi gula
~ gangguan konsentrasi, memori dan bisa disertai penurunan kesadaran
~ kebingungan
~ gula darah drop
~ tekanan darah turun
~ adanya kedutan bahkan kejang atau keram
~ muncul serangan jantung karena gangguan irama jantung
~ napas berat

Bila berat silahkan mengunjungi IGD. Minta pemeriksaan darah lengkap dengan hitung jenis untuk melihat ada atau tidaknya infeksi oportunis. Perhatikan juga keseimbangan mineral.


Beberapa tindakan berikut perlu dilakukan untuk membantu kerja kelenjar adrenal :
  1. Beristirahatlah. Jangan paksakan bekerja bila kondisi sudah mulai terasa berat. Dengarkan tubuh anda. 
  2. Bagi yang bekerja dengan komputer dan alat elektronik radiasi tinggi, kurangi aktivitas. Bila memungkinkan gunakan alat proteksi radiasi.
  3. Hindari tidur dengan Hape (Handphone) menyala dan ter-charge dekat dengan kepala karena akan makin memperberat kerja mineral di otak dan mengganggu konduksi saraf otak. Terutama penyandang DCD, lupus, SS, atau kanker lain yang dasarnya adalah gangguan mineral atau trace element.
  4. Konsumsi air mengandung mineral terutama magnesium dan kalium seperti air kelapa, jus semangka, air jeruk, dll
  5. Hindari asupan gula sederhana. bila kondisi gula drop konsumsi gula yang cukup aman seperti madu atau yogurt yang manis. Hindari gula pasir dan tepung terigu karena akan membuat kadar mineral magnesium dan kalium menjadi semakin turun.
  6. Hindari minuman stimulasi seperti minuman energi, kopi, dan sebangsanya. Terutama sebelum pukul 9 pagi atau sesudah pukul 15 sore. 
  7. Hindari makan berat setelah pukul 8 malam karena perut yang penuh akan mengganggu proses detoksifikasi dan menaikkan hormon cortisol yang seharusnya turun di malam hari.
  8. Beberapa suplemen yang dapat membantu antara lain vitamin C (gunakan yang ada buffernya), Alpha liphoic acid, zinc picolinate, vitamin B 12 (bisa dalam bentuk metylcobalamin atau cyanocobalamin), dan magnesium.



Bagi teman-teman yang menggunakan steroid, bila kondisi berat, silahkan konsultasi dengan dokternya untuk penyesuaian dosis. Mungkin perlu dinaikkan sedikit dosisnya. Jangan khawatir.

Bila kondisi sudah memungkinkan, bisa disesuaikan kembali untuk diturunkan.

"Latihan bernapas, musik yang rileks, dzikir (bagi muslim) dapat membantu mengerem aktivitas otak yang meningkat dan mengendalikan emosi."
Inilah sebabnya di negara barat mereka menyebutnya wolf syndrome pada saat menjelang dan selama bulan purnama.
"Kerja otak yang sangat cepat memudahkan emosi terpancing. Jagalah pikiran dan hati. Tetap positif."

"Bagi muslim, disunahkan puasa setiap pertengahan bulan untuk mengendalikan kondisi ini."


Sekian, semoga bermanfaat :)
Read More

Friday, July 28, 2017

JAKARTA ENDOCRINE MEETING 2017

Assalammu’alaikum
Selamat Pagi!
Kali ini Riska mau sharing tentang pertemuan menyenangkan tanggal 21 Juli 2017 di Hotel Shangri-La Jakarta. Jakartaaaa? iyaaaaa. Riska bela-belain ngambil cuti dan berangkat sebelum shubuh ke stasiun kereta fyuuhh. Keretanya berangkat pukul 05.00 tenggg gak pake karet hehe. Antusias banget sama acara kayak gini soalnya insyaa Allaah bakal nambah banyak banget ilmu terutama tentang tiroid dan perjuangannya. Bisa belajar dari perjuangan temen-temen pejuang tiroid lainnya juga soalnya


Acara ini sebenarnya ada beberapa rangkaian. Namun khusus hari Jumat tanggal 21 Juli 2017 sepertinya memang diperuntukkan Komunitas-komunitas serta media. Untuk kehadiran pun sangat ketat karena hanya untuk yang diundang. Jadi terlihat lah ya betapa khususnya acara kemarin. Nah, acara dibuka dengan penampilan meriah dari grup tari dari CISC (Cancer Information & Support Center). 

Selang jeda, kemudian dilanjutkan dengan talkshow mengenai survivor kanker yang dipandu moderator yakni bersama pembicara Ibu Dewi Yulita (Penyintas - Ketua CISC) dan Rachel Amanda (Penyintas-Artis) 

Belajar dari Kisah Bu Dewi Yulita
"Ibu Dewi didiagnosa Kanker tiroid papiler usia 26 tahun kemudian diangkat tiroidnya lalu diablasi, selang 7 tahun kemudian didiagnosa kanker payudara. Kanker payudara di usia muda itu progresif sekali. Karena tergiur dengan alternatif dulu, ibu mengabaikan instruksi dokter sehingga alternatif yang seharga operasi dan kemoterapi itu malah membuat Kanker dari payudara itu menyebar ke paru-paru.

Akhirnya 6 kali kemoterapi penyebaran paru-paru bersih. 7 bulan setelah kemo kanker menyebar ke otak kecil. Ternyata yang menyebar itu bukan dari tiroid tapi dari payudara. Akhirnya dioperasi. 3,5 tahun minum obat oral kemo. Otak akhirnya bersih dari kanker.

2016 awal tahun, suara hilang. Ketika presentasi. Untuk cari penyebabnya akhirnya CT scan leher karena dikhawatirkan dari tiroid. Tapi finally pet scan, ada tumor megastinum (riska gak tau penulisannya kayak gimana) di paru-paru diameternya hampir 4,5 cm. Dioperasi. Di PA ternyata Penyebaran dari payudara. Dan sampai hari ini beliau masih sangat aktif dan keliatan sehat banget mobile sana sini dan mendidik anak-anaknya bersama suami beliau. Luar biasa. Kata beliau, udah gausah mikir aneh-aneh. Positif Thinking aja dan jalankan instruksi dokter step by step, maka kesembuhan akan segera terjuwud"
Belajar dari Rachel Amanda. Sebenarnya kisah dia dan aku hampir sama banget. Didiagnosa kanker tiroid papiler dari usia muda. kemudian menyegerakan segala macam pengobatan dan jadilah seperti sekarang yang sehat happy-happy meskipun tak memiliki tiroid dan check up rutinan yang membayangi wkwkwk. Jangan stress dan lakukan pengobatan secepat mungkin.

Setelah itu ada pemaparan materi yang dibuka oleh Dr. Em Yunir, MD, PhD (Head of Division of Endocrinology and Metabolism Department of Internal Medicine, FKUI-RSCM). Kemudian dilanjutkan pemaparan seputar hipertiroid dan hipotiroid oleh Dr. Farid Kurniawan serta pemaparan seputar kanker tiroid oleh Dr. Dante Saksono Harbuwono, MD, PhD ditutup juga dengan sesi tanya jawab yang meriah saking pada berebutan nanya.

Kecenya setelah selesai ada pemaparan dari Lab. Prodia yang dilanjutkan dengan pemeriksaan gratis TSH sensitif. Ma Syaa Allaah, dan saat itu aku baru puasa thyrax masuk 2 mingguan kalau cek TSHs juga gak ngaruh gak menggambarkan apa-apa hiksss. Jadi cukup ngeliatin temen-temen yang bahagia aja pada cek darah. 

Jam 12.00 masuk waktunya ramah tamah, duh yaaa lengkap banget. ada salad sayur sampai soto pun ada. hahahaha Gausah takut kelaperan sih judulnya juga hotel bintang 5. Makan-makan kenyang, kemudian waktunya peluk sana sini sama ibu-ibu tangguh pejuang tiroid lainnya











 Oiya selain berbagai bingkisan setiap peserta yang hadir juga diberikan sertifikat kece yang entah kenapa berasa keren banget ini hahaha

Oiya paling kritik dan saran untuk acara serupa di tahun berikutnya, lebih ke materi. Sebenarnya kalau materi pengetahuan awal seputar tiroid sangat-sangat dibutuhkannya untuk awam banget kali ya. Kalau kemarin kan yang undangannya kebanyakan survivor-survivor lama. Jadi ya butuh banget informasi mendalam entah itu tentang kemungkinan hipertiroid atau hipotiroid kongenital untuk keturunan, ataukah misal mengusir cemas para single yang didiagnosa gangguan tiroid di usia muda sehingga memiliki kekhawatiran yang logis terkait menjelang pernikahan dan program keturunan (curhat banget yak ini wkwk) maklum lah. Ya gitu lah tapi over all kece banget kemaren dari penyambutan sampai acara selesai.
  

Sekian cerita menyenangkan di jakarta Endocrine Meeting kemarinnnn :')

Oiya ini riska sudah sedikit merangkum dan mengetik ulang wkwk materi kemarin, semoga bermanfaat ya




Salam Sehat Salam semangat!


Salam,

Senja Januari
Read More

JEM 2017: APA ITU KANKER TIROID?



JEM 2017: APA ITU KANKER TIROID?


Sumber: penyakittiroid.com


Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manuia yang terletak di leher bagian depan, yang pada pria posisinya di bawah jakun. 
Sel-sel pada kelenjar tiroid aktif membelah dan memperbanyak diri. Bila pembelahan sel tersebut menjadi tidak terkendali, terbentuk tumor tiroid, yang dapat bersifat jinak ataupun ganas. Tumor tiroid yang ganas disebut sebagai kanker tiroid

Hanya sekitar 4-5% benjolan yang ditemukan pada kelenjar tiroid bersifat ganas.
Pada tahun 2012 di Indonesia, kasus baru kanker tiroid adalah 7816 kasus, atau sebesar 2,6% dari seluruh kasus kanker baru yang terjadi di Indonesia. Kanker tiroid dapat terjadi pada semua golongan usia, khususnya setelah 30 tahun. Kanker tiroid juga lebih umum ditemukan pada pria meskipun benjolan/pembesaran kelenjar tiroid lebih banyak terjadi pada wanita.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid, antara lain paparan radiasi, riwayat keluarga dengan kanker tiroid, usia <20 tahun atau >60 tahun, jenis kelamin pria, konsumsi yodium yang rendah dan pertumbuhan benjolan yang cepat.


Benjolan yang ada di dalam tiroid saja,

Jika dilakukan perabaan pada pasien akan terdeteksi 3-7% orang

Sedangkan, jika dilakukan USG pasien akan terdeteksi 20-76% orang
Dan Luar biasanya angka ini lebih besar dibandingkan penyakit jantung, paru-paru dan diabetes sekalipun
 



GEJALA DAN TANDA
Awal-awal penyakit kanker tiroid ini jarang menimbulkan gejala. Seiring perkembangan penyakit, dapat menimbulkan:
  1. Timbul benjolan pada leher yang teraba keras
  2. Bertambah besar dengan cepat dan tidak nyeri
  3. Perubahan suara menjadi serak,
  4. Sulit menelan,
  5. Batuk yang tidak kunjung membaik, serta
  6. Pembesaran kelenjar getah bening di leher


JENIS DAN STADIUM
Kanker tiroid dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya:

  • Papiler
  • Folikuler
  • Medular
  • Anaplastik
  • Tidak terdiferensiasi

Sedangkan, stadium kanker tiroid dikelompokkan berdasarkan besar tumor (huruf T), penyebaran ke kelenjar getah bening sekitar (huruf N), dan adanya metastasis atau penyebaran jauh (huruf M) yang dinyatakan dalam huruf dan angka. Sebagai contoh kanker tiroid stadium 1 adalah kanker tiroid dengan ukuran kurang dari 2 cm (T1), tidak ada penyebaran ke kelenjar getah bening sekitar (N0) dan tidak ada metastasis atau penyebaran jauh (M0)


DIAGNOSIS
Untuk menegakkan diagnosis kanker tiroid, diperlukan beberapa pemeriksaan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang, seperti: 
1.  Pencitraan – Ultrasonografi (USG) tiroid merupakan pencitraan yang digunakan jika ditemukan benjolan pada kelenjar tiroid. Dari USG tiroid, dapat dilihat ukuran dan karakteristik benjolan. Terdapat beberapa gambaran khusus dari USG tiroid yang sugestif suatu benjolan bersifat ganas atau tidak. Thyroid scan, CT Scan, atau PET Scan dilakukan bila ada indikasi tertentu
2.  Analisis Darah
Bertujuan untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid, antara lain kadar TSH dan T4 bebas
3.  Biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) – Dapat memastikan benjolan bersifat jinak atau ganas. Prosedur BAJAH menggunakan jarum yang sangat kecil (halus) untuk mengambil sampel jaringan tiroid. Sampel kemudian dianalisis apakah merupakan tumor jinak, ganas atau penyakit lain
4.  Uji genetik
Bertujuan menilai potensi penyakit keturunan, misalnya pada kanker tiroid jenis medular


PENGOBATAN
Pengobatan kanker tiroid yang utama adalah 
1.    Pembedahan (operasi) - Dilakukan pengangkatan seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi total), termasuk juga kelenjar getah bening (KGB) apabila sudah menyebar ke KGB leher.
Pasca operasi dilakukan pemeriksaan uji tangkap yodium seluruh tubuh (whole body scan. Bila masih didapatkan sisa jaringan kelenjar tiroid atau penyebaran jauh (metastasis), maka dilanjutkan dengan terapi ablasi yodium radioaktif. Yodium radioaktif dapat diminum dalam bentuk cairan/kapsul, akan diserap oleh sisa jaringan tiroid atau metastasis dan dapat menghancurkan sel kelenjar tiroid.
Semua pasien kanker tiroid yang menjalani operasi tiroidektomi total harus mendapat sulih hormon  (hormone replacement therapy – HRT) dengan hormon tiroksin (levotiroksin), untuk menjaga metabolisme tubuh dengan baik. Pemberian hormon tiroksin juga ditujukan untuk menekan pertumbuhan kembali sel kelenjar tiroid (terapi supresi) sehingga dosis permberiannya harus diatur sedemikian rupa oleh dokter
Pada kasus kanker tiroid yang lanjut atau progresifm dapat diberikan kemoterapi dengan terapi target (targeted therapy). Akan tetapi, terapi ini tidak bertujuan untuk menyembuhkan kanker tiroid, tetapi bertujuan memperpanjang masa hidup dan memperbaiki kualitas hidup pasien

2.    Terapi sulih hormon – Setelah prosedur pengangkatan tiroid, tubuh tidak mampu menghasilkan cukup hormon tiroid untuk menunjang metabolisme di dalam tubuh. Terapi sulih hormon dapat menggantikan fungsi hormon tiroid yang terganggu. Untuk memastikan kadar hormon tiroid telah cukup, akan dilakukan analisis rutin darah, sehingga didapatkan dosis yang optimal untuk pemberian terapi sulih hormon
3.    Yodium Radioaktif – Bertujuan membunuh sisa dan mencegah pertumbuhan kembali sel kanker setelah operasi pengangkatan tiroid. Yodium radioaktif dapat diminum dalam bentuk cairan atau kapsul
4.    Radioterapi eksternal
Menggunakan gelombang radioaktif yang diarahkan pada kelenjar tiroid. Radioterapi dipilih apabila tindakan pembedahan tidak dapat menyembuhkan atau mengangkat tumor secara sempurna (misalnya pada kasus metastasis/ penyebaran jauh)
5.    Kemoterapi
Menggunakan terapi bahan kimia untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dipertimbangkan bila pilihan lain tidak membuahkan hasil. Kemoterapi bukan hanya membunuh sel kanker, melainkan juga sel tubuh lain, seperti sel imun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Akan tetapi, saat ini telah tersedia obat kemoterapi yang lebih spesifik membunuh sel kanker saja



PROGNOSIS
Kanker tiroid merupakan keganasan tersering pada area leher, namun merupakan kanker dengan angka kesintasan (survival rate) yang sangat tinggi dibandingkan kanker lain. Tingkat kesembuhan kanker tiroid tergantung pada jenis dan stadium kanker tersebut, serta usia dan pengobatan yang didapatkan

     Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih besar untuk sembuh. Sebaliknya jenis kanker (karsinoma) anaplastik dikaitkan dengan perkembangan penyakit yang lebih cepat dan berat, serta angka kematian yang sangat tinggi. Untungnya, jenis kanker ini merupakan jenis kanker tiroid yang paling sedikit ditemukan.

      Angka kesintasan 5 tahun (5-year survival rate) kanker tiroid secara umum mencapai 97,8%. Untuk pasien dengan risiko rendah (usia <40 tahun, ukuran tumor kecil, belum ada penyebaran ke bagian tubuh lain), angka kesintasan selama 10 tahun bahkan mencapai 100% dengan angka kesintasan 20 tahun 98%



PENJELASAN 
Dr. Dante Saksono Harbuwono, MD, PhD
Chairman of the Jakarta Endocrine Meeting 2017

Nodul (pembesaran)

Apabila nodul tiroid tersebut berisi cairan atau darah, disebut kista tiroid, sedangkan sebagian besar kista tiroid adalah nodul jinak. Sebagian besar kista tiroid tidak memerlukan operasi.
Apabila nodul tersebut menghasilkan hormon tiroid maka disebut Nodul Autonom. Ada 3 macam:

  1. Hot Nodul
  2. Warm Nodul
  3. Cold Nodul


Pernyataan dokter:
KANKER TIROID DAPAT DIOBATI DENGAN TUNTAS

Bagaimana caranya?
Ikuti instruksi dokter secepatnya
Pemeriksaan Fisik USG → Biopsi
Saat ini pula sudah ada Elstography USG yakni alat USG yang dapat menentukan benjolan itu jinak atau ganas. Jika penanda warna kemerahan-merahannya pada gambar tidak terlalu banyak maka itu berarti jinak dan tidak diperlukan pembedahan. Berikut contoh gambarnya:


Ini bukan gambar tiroid, hanya memperlihat penampakan warna dari hasil Elastography

Kemudian lakukan pengobatan yang benar
Operasi Radiasi Obat
Ada satu hal yang perlu diingat, tidak ada KEMOTERAPI dalam pengobatan Kanker tiroid 

Kemudian Lakukan Evaluasi yang benar
Radionuklir Ultrasonografi Laboratorium (cek darah)
Kelainan tiroid yang dioperasi hanya kanker tiroid yang ganas atau yang benjolannya besar. Tidak semua benjolan harus dioperasi :)



 Ditutup dengan Tulisan yang melegakan banyak orang yang hadir
"Dengan Penanganan yang benar, hampir semua Kanker Tiroid dapat disembuhkan"

Banyak sekali survivor yang belasan dan puluhan tahun semakin sehat dan sehat lagi meskipun hidup tanpa kedua kelenjar tiroid. Barangkali kalau hendak mencari orang yang cukup dikenal di Indonesia ada artis Rachel Amanda yang didiagnosa kanker tiroid papiler saat usianya 19 tahun. Kini dia telah menjalankan pengangkatan tiroid dan juga ablasi (terapi nuklir). Kehidupannya sekarang sangat sangat lebih baik dari sebelumnya. SO, SEMANGAT!







Sumber:
a.     Thyroid Cancer Treatment – Health Professional Version. National Cancer Institute. 2016. Diunduh dari http://www.cancer.gov/types/hp/thyroid-treatment-pdq
b.     Thyroid Cancer (Pappiliary and Follicular). American Thyroid Association. 2015. Diunduh dari http://www.thyroid.org/thyroid-cancer/
c.      Mayo Clinic Staff. Thyroid Cancer. 2017. Diunduh dari http://www.mayoclinic.org/disease-conditions/thyroid-cancer/symptomps-causes/dxc-20315673
d.     Ahmad A. Thyroid Cancer: An overview. 2016. Diunduh dari http://reference.medscape.com/features/slideshow/thyroid-cancer#page=2
e.     Sharma PK, et al. Thyroid Cancer. 2017. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/851968-overview
f.      Pellegriti et al. Worldwide increasing incidence of thyroid cancer: update on epidemiology and risk factors. Journal of cancer Epidemioloy. 2013
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Panggil saja RISKA
Thyroid Cancer Survivor dari Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com