Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Thursday, July 13, 2017

Akhirnya ngerasain juga hipertiroid :(

Assalammualaikum

Setelah lama libur lebaran dan libur nulis hehe akhirnya nulis lagi juga. Oiya sebelumnya riska mau review kalau riska ini diagnosanya bukan hipertiroid bukan juga hipotiroid tapi Kanker tiroid papiler (Pappiliary Carcinoma Thyroid Dextra). Karena kanker tiroid sehingga dua kelenjar tiroid riska sudah diangkat dua-duanya sehingga kebutuhan hormon tiroid terpenuhi oleh hormon sintetis yang dosisnya ditentukan dokter nuklir. Kalau dosisnya kebanyakan bisa hipertiroid sedangkan kalau dosisnya kekurangan bisa hipotiroid.


Bulan Mei 2017 kemarin sebelum bulan Ramadhan riska nimbang berat badan. Ceritanya buat persiapan kira-kira nanti pasca ramadhan naik berapa kilo ya? Haha dan fualaaaaaa…. Berat badan riska 46 kg. Oke sip emang biasanya juga segituan sih. Normal.

Sumber: menambahberatbadan.org

Di Bulan Ramadhan, konsumsi Thyrax riska pakai pola setelah bangun tidur seperti biasa. Jadi ya kalau mau makan sahur pukul 04.00 WIB otomatis dua jam sebelumnya harus minum thyrax. Jadi ya selalu usahakan bangun pukul 02.00 WIB untuk minum thyrax aja abis itu tidur lagi hehehe sampai nanti pukul 04.00 WIB makan sahur. Gitu terus polanya. Kalau telat bangun gimana? Ku Cuma makan satu tablet thyrax dan segelas air aja sebagai menu sahur hiksss… yaudah konsekuensi sih~

Ada satu lagi yang mesti dijaga ketika puasa. Yaitu jam makan malam terakhir. Karena minum thyrax itu harus dalam keadaan perut kosong minimal (yang riska tahu) 5-6 jam dari makan terakhir. Jadi kalau mau minum thyrax pukul 02.00 makan atau ngemil-ngemil malamnya harus berhenti pukul 22.00 WIB atau lebih baik pukul 21.00 WIB. Hal ini dilakukan agar penyerapan thyraxnya maksimal. Jadi biasanya aku jam 21.00 udah gak makan apa-apa. Gitu juga kalau pulang tarawih biasanya pukul 20.30 itu Cuma minum doang terus istirahat. Selain karena emang punya kebiasaan gak makan berat setelah pukul 19.00 di bulan-bulan biasa juga ditambah lagi harus prepare badan buat makan thyrax jam 02.00 jadi yaaa udah biasa lah. Kalau ada lapar-lapar palsu alias godaan ya tahan aja disugesti aja badannya.

sumber: penyebabpenyakit.net


Hal ini bertahan istiqomah alhamdulillah. Dan aku gak ngerasain pertambahan perut yang semakin maju. Tapi makin hari makin rata aja nih perut. Ngebatin mah duh kece amat puasa malah kurusan. Bagus deh nanti lebaran jadi bisa banyak makan “enak” hahaha.

Sampai akhirnya lebaran datanggggg.  
Mudik ke jogja dengan makanan serba manissss. Gapapa sih enak kusuka. Hampir seminggu mudik dan makan-makan enak nan banyak. Temen-temen aku tahu banget sih porsi makan riska itu sebanyak apa. Gak yang irit-irit dikit gitu hehe. Satu porsi full aja gimana. Nah sampailah akhir juni 2017 itu balik lagi ke Bandung. 1 Juli 2017 Abis makan malem asa penasaran pengen tahu naik berapa kilo sih berat badan yak? Coba-coba kita liat daaaaan jengjengggg… 41 kg haaaahhhh????? Paraaahhh seumur-umur berat badan aku kalau pun turun tuh masih di angka 44 atau 43 kg. Abis itu stres berat, masa iya berat badan 5 Kg anjlok dalam waktu 1 bulan aja????
Searching lah ya ke banyak literatur, dan bener aja banyak banget indikasi penyakit yang bikin berat badan bisa tiba-tiba naik atau tiba-tiba turun dalam kurun waktu yang sangat singkat. Stres curhat sana-sini banyak kemungkinan-kemungkinan yang bikin gaenak tidur hiks. Akhirnya memberanikan diri curhat ke dokter nuklir yang menangani aku. 


R: “Assalammualaikum dok mau tanya kalau berat badan turun drastis itu gejala

   hipertiroid bukan ya dok? Berat badan saya turun drastis dok”

D: “Kalau Cuma berat badan aja sih belum tentu hiper, tapi kalau disertai

   gejala: tremor, berdebar, keringat banyak, susah tidur, emosi labil, kepanasan

   bisa jadi hipertiroid”. Emang dosis euthyraxnya berapa sekarang?”

R: “100 mg dok, semua gejala yang dokter sebutkan paling Cuma kepanasan

   aja sih sisanya normal.”

D: “Kalau pengen tahu ada hiper atau tidaknya harus dicek dulu dalam

   keadaan minum thyrax, cek aja TSHs dan fT4, khawatir hiper krn pengaruh

   supresi thyrax. Kalau ada hiper karena pengaruh thyrax, nanti thyraxnya kita

   atur dosisnya”

R: “ Oke dok saya usahain cek TSHs dan fT4 sebelum akhir juli”

Gitu pesan singkat dari dokter. By the way cek darah TSHs dan free T4 itu mahal gengs haha hampir 700.000 bikin pusing kan bacanya? Tadinya mau ngusahain pake BPJS aja gitu, tapi da harus ngurus ke RS daerah dulu minta rujukan BPJSnya trus ngantri registrasi di RSHS dulu ribet nan pusing. Hasilnya baru keluar biasanya 3-4 hari cik atuh keburu badan drop sedrop dropnya >.<
Akhirnya setelah berpikir lama dan baru aja ketemu temen yang kerja di laboratorium aku jadi keingetan 2 bulan lalu teh dapet diskon pemeriksaan lab all item 25% dari acara seminar tiroid di RSHS Bandung. Yaudah sih dari pada kelamaan badan makin menyusut kuputuskan untuk merogoh kocek lebaran wkwk untuk periksa darah di laboratorium swasta di jl L.LRE Martadinata Bandung. Ya disitulah ya.
  • ·         Pemeriksaan TSHs itu 292.000 (diskonnya 73.000) jadi harga net-nya 219.000
  • ·         Pemeriksaan Free T4 itu 373.000 (diskonnya 93.250) jadi harga net-nya 279.750
Dalam hitungan jam itu hasil lab udah ada aja sih kece. Aku cek lab kan pukul 08.00 ya nah pukul 13.00 udah bisa diambil dan langsunglah kirim ke dokter hasilnyaaa



R: “Assalammualaikum dok, ini hasil labnya?”

D: “Iya jadi hiper..”

   “Stop aja dulu thyraxnya”

   “Bulan depan cek aja tiro, ata dan tshs awal bulan agustus”

R: “jadi jadwal check up nya dimajuin ya dok?”

D: “Iya dimajuin aja, soalnya kamu lagi hiper sekarang. Mendingan stop
   daripada turunin dosis”

R: “Iya siap dok”  


Jadi penyebab berat badan anjlok drastis kemarin itu karena hipertiroid. Alhamdulillahnya gak sampai tremor atau berdebar-debar jantungnya. Cuma emang agak mudah kepanasan aja. Ya insyaAllah getting better. Hari ini sudah hampir seminggu berhenti dulu minum thyrax perlahan-lahan berat badan mulai naik. Dengan diberhentikan sementara minum thyrax badan riska dibuat jadi hipotiroid oleh dokter jadi bener-bener kebalikan dari kondisi badan pas kemarin lagi naik-naiknya hormon di badan. Terakhir itu nimbang minggu lalu berat badan di angka 40,6 kg sekarang sudah 41 kg lebih hampir 42 kg lah. Lumayan gak tulang belulang banget lah badannya kek kemarin hiks


Kamu, juga lekas baik-baik ya 💙


Salam,

Senja Januari




Read More

Wednesday, July 12, 2017

PETUNJUK PENGOBATAN IODIUM RADIOAKTIF

Info Petunjuk Pengobatan Iodium Radioaktif ini diperoleh dari:
SMF/Instalansi Ilmu Kedokteran Nuklir  dan Pencitraan Molekuler RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Pengobatan dengan iodium radioaktif (I-131) telah dikenal sejak lebih 60 tahun yang lalu. Cara pengobatan ini aman, mudah dan tidak memberi efek samping yang berarti bagi penderita dan keturunannya, ataupun menimbulkan bahaya bagi lingkungan disekitarnya. Namun demikian prinsip kehati-hatian perlu diterapkan agar radiasi yang berasal dari iodium radioaktif tersebut tidak mengenai orang lain yang tidak memerlukann dan diberikan hanya di lingkungan rumah sakit oleh petugas yang telah mempunyai izin.

Kali ini riska mau membagikan informasi penting yang riska dapat dari selebaran kedokteran nuklir RSHS Bandung. Ini terkait dengan pengobatan iodium radioaktif atau bisa kita sebut terapi nuklir atau ablasi. Banyaaak banget yang nanya ablasi itu digimanain sih? nah ini ada sedikit penjelasannya semoga bisa sedikit mencerahkan.



PETUNJUK BAGI PENDERITA PENYAKIT HIPERTIROID
(Yang mendapat pengobatan Iodium Hipertiroid)
  • Sebelum Pengobatan
    1. Hentikan minum obat antiroid paling sedikit 3-5 hari sebelum pengobatan iodium radioaktif (Harap konsultasi dengan dokter kedokteran nuklir tentang obat-obat yang boleh/tidak boleh digunakan sebelum dan sesudah pengobatan)
    2. Diet rendah iodium, hindari mengkonsumsi makanan laut, obat, jamu dan bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi serta tidak menggunakan obat gosok leher, paling sedikit 14 hari sebelum pengobatan
    3. Ibu menyusi dan ibu hamil tidak boleh mendapat pengobatan iodium radioaktif; pastikan anda tidak sedang hamil, kalau perlu lakukan tes kehamilan dulu
    4. Enam jam sebelum minum iodium radioaktif anda harus puasa (tapi boleh minum air putih atau teh); satu jam setelah minum iodium radioaktif baru boleh makan
  • Sesudah Pengobatan
    1. Tiga hari setelah minum iodium radioaktif anda tidak diperkenankan bertemu dengan anak-anak berusia 13 tahun ke bawah dan ibu hamil. Anda tidak perlu diisolasi
    2. Dua minggu setelah pengobatan iodium radoaktif makanan laut, obat, jamu atau bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi dalam dapat dikonsumsi kembali termasuk menggunakan obat gosok leher
    3. Bila diperlukan 5 (lima) hari setelah pengobatan, obat antitiroid boleh diminum kembali (Harap konsultasi dengan dokter kedokteran nuklir tentang obat-obat yang boleh/tidak boleh digunakan sebelum dan sesudah pengobatan)
    4. Enam bulan setelah pengobatan anda (bila wanita) atau istri anda tidak boleh hamil; tidak dilarang hubungan suami istri asal menggunakan alat kontrasepsi
    5. Hipotiroid (Kekurangan hormon tiroid) terjadi beberapa bulan/tahun setelah pengobatan; bila terjadi hipotiroid perlu diberikan hormon tiroid untuk seumur hidup sebagai pengganti; dosisnya ditentukan berdasarkan kadar TSHs
    6. Pakaian dan alat makan yang anda gunakan selama tiga terakhir setelah pemberian iodium radioaktif dicuci bersih dan dapat digunakan kembali

       
  • Keterangan
    1. Radiasi pemancar beta dari iodium radioaktif (I-131) akan menyebabkan penciutan dan "mematikan" (atrofi - ablasi) kelenjar tiroid serta menghentikan produksi hormon tiroid oleh kelenjar tersebut
    2. Setelah beberapa bulan/tahun pengobatan iodium radioaktif, kelenjar tidak akan memproduksi hormon tiroid lagi dan terjadi hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) permanen
    3. Hipotiroid bukan efek samping tetapi akibat dari pengobatan iodium radoaktif
    4. Makin besar dosis iodium radioaktif yang diberikan, makin cepat terjadi remisi (fungsi tiroid kembali normal - eutiroid) dan makin cepat pula menjadi hipotiroid
    5. secara berkala 3-6 bulan sekali setelah minum iodium radioaktif perlu diperiksa FT4 dan TSHs, untuk mengetahui apakah kadar hormon tiroid sudah kembali nomal atau sudah terjadi hipotiroid
    6. Cairan iodium radioaktif tidak berbau. Tidak berasa, dan tidak menimbulkan alergi. Efek samping jarang, bisa terjadi mulut kering, gastritis, eksaserbasi hipertiroid dan pemburukan oftalmopatia aktif (bila ada)


  • SEBELUM PENGOBATAN
    1. Paling sedikit 14 hari sebelum pengobatan hindari makanan laut, obat, jamu dan bahan lain mengandung kadar iodium tinggi serta tidak menggunakan obat gosok leher
    2. Hormon tiroid harus dihentikan selama beberapa hari (harap tanya dokter kedokteran nuklir)
    3. Ibu menyusui dan ibu hamil tidak boleh mendapat pengobatan iodium radioaktif; pastikan ada tidak sedang hamil, kalau perlu lakukan dulu tes kehamilan
    4. Enam jam sebelum minum iodium radioaktif anda harus puasa (tapi boleh minum air putih atau teh); satu jam setelah minum iodium radioaktif baru boleh makan
    5. iodium radioaktif diberikan 4-6 minggu setelah dilakukan tiroidektomi total (pengangkatan seluruh kelenjar tiroid) dan kelenjar getah bening yang dicurigai


  • SESUDAH PENGOBATAN
    1. Selama 3-4 hari setelah minum iodium radioaktif anda akan ditempatkan di kamar isolasi khusus; anda tidak boleh bertemu dengan pengunjung
    2. Anda baru diizinkan meninggalkan ruang isolasi bila paparan radiasi sudah dianggap aman
    3. Dua minggu setelah pengobatan iodium radioaktif makanan laut dan obat, jamu atau bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi dapat dikonsumsi kembali termasuk menggunakan obat gosok leher
    4. Enam bulan setelah pengobatan anda (bila wanita) atau istri anda tidak boleh hamil; tidak dilarang  hubungan suami istri asal menggunakan alat kontrasepsi
    5. Setiap 6-12 bulan sekali dilakukan pemantauan dengan menentukan kadar TSHs, tiroglobulin, antibodi antitiroglobulin, pencitraan ultrasonografi dan sidik tiroid/ seluruh tubuh. Bila hasilnya baik pemantauan cukup dilakukan 2-3 tahun sekali
    6. Pakaian dan alat makan yang digunakan selama tiga hari  terakhir setelah pemberian iodium radioaktif dicuci bersih dan dapat digunakan kembali
  • KETERANGAN
    1. Radiasi pemancar beta dari iodium radioaktif (I-131) akan "mematikan" sel-sel kanker dan anak sebarnya
    2. Karena seluruh kelenjar tiroid anda sudah diangkat maka akan terjadi kekurangan hormon tiroid hipotiroid (kekurangan hormon tiroid); anda perlu mendapat hormon tiroid dalam dosis supresi sebagai pengganti dan untuk menekan pertumbuhan sel kanker seumur hidup
    3. Dosis hormon tiroid ditentukan oleh dokter berdasarkan kadar TSHs
    4. 4-6 minggu sebelum dilakukan pemantauan (check up), hormon tiroid dihentikan dulu untuk merangsang kadar TSH; sebagai alternatif dapat diberikan Thyrogen (Human recombinant TSH) tanpa perlu menghentikan hormon tiroid
    5. Cairan iodium radioaktif tidak berbau. Tidak berasa, dan tidak menimbulkan alergi. Efek samping jarang, bisa terjadi mulut kering, gastritis, eksaserbasi hipertiroid dan pemburukan oftalmopatia aktif (bila ada)



    Sumber:
    Prof. Dr. Johan S. Masjhur, dr., SpPD-KEMD, SpKN(K)
    Nuclear Medicine Patient Discharge, IAEA 2012 



Salam,

Senja Januari
 
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Thyroid Cancer Survivor from Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com